Berikutdaftar film Rima Melati yang paling terkenal sekaligus terakhir sebelum tutup usia. 1. Intan Berduri (1972) Intan Berduri menjadi salah satu film populer Rima Melati yang membawanya ToniErdmann adalah film drama komedi Jerman-Austria tahun 2016 yang disutradarai oleh Maren Ade dan diproduseri oleh Maren Ade, Jonas Dornbach, Janine Jackowski dan Michael Merkt. Naskah film ini ditulis oleh Maren Ade. Film ini dibintangi oleh Peter Simonischek dan Sandra Hüller. Film Toni Erdmann ditayangkan secara perdana di Festival Film Cannes pada tanggal 14 Mei 2016 dan dirilis di SosokWregas sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia, setelah namanya tercantum dalam pemberitaan berbagai media tentang Festival Film Berlinale pada tahun 2015 lalu. Wregas menjadi sutradara termuda di ajang internasional yang di adakan di Jerman tersebut. Pada awalnya, Wregas selalu menuangkan apa yang diinginkannya ke dalam sebuah film. JakartaIndependent Film Festival (JIFF) akan menyelenggarakan edisi keduanya pada 21-24 Oktober 2021. Pada edisi kedua ini, JIFF akan bekerja sama dengan GoPlay untuk menayangkan film secara daring, dan juga didukung oleh Klio Studio. JIFF akan menghadirkan lebih dari tiga puluh (30) judul film karya sutradara-sutradara independen yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Jerman Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Film-film Jerman sejauh mata memandang – Pertengahan Oktober tiba dan German Cinema kembali hadir. Tahun ini German Cinema akan diselenggarakan untuk kali kelima dan dalam kesempatan ini kami akan menayangkan film-film Jerman terpilih di bioskop-bioskop yang ada kota-kota besar Indonesia, dari Jakarta sampai Bali. Lebih dari 15 film prestisius yang diproduksi pada 2016 dan 2015 berhasil masuk dalam program tahun ini dan menjadi perwakilan perfilman Jerman saat ini. Festival tahun ini menampilkan para sutradara yang namanya telah melanglang buana ke berbagai acara internasional seperti Doris Dörrie dengan produksi teranyarnya Grüße aus Fukushima, yang menggunakan estetika warna hitam dan putih untuk menceritakan jiwa-jiwa dari masa lalu yang masih menghantui masa kini. Namun, kami juga menampilkan produksi-produksi baru yang lebih berani bereksperimen seperti Victoria, film yang secara mengejutkan mendapat sambutan hangat dan menerima respon positif dari para kritikus di Jerman dan menjadi kesuksesan bersejarah bagi sutradaranya, Sebastian Schipper. Dengan mengandalkan hanya satu kali pengambilan gambar, Victoria akan membawa para penontonnya ikut serta dalam suatu perjalanan sarat kejutan dan kegilaan menembus Berlin pada satu malam. Kami berharap German Cinema dapat menampilkan sisi-sisi terbaik perfilman Jerman yang aktual. Melalui film-film pilihan ini, kita akan menemui tokoh-tokoh perempuan yang tangguh, rapuh, cerdas, lucu, yang mencoba mengatasi segala macam bencana dan kekacauan sehari-hari, besar dan kecil, bahkan ketika kenyataan menunjukkan bahwa kehidupan mereka hancur berantakan. Kita akan menjumpai tokoh laki-laki yang meragukan sistem-sistem yang telah ajeg namun terus berjuang dan memperjuangkan kesempatan mereka untuk bertahan dengan penuh keberanian. Dan tidak kalah penting, film-film tahun ini juga akan menunjukkan pentingnya masa muda dan mengundang kita untuk melihat lebih dekat tantangan menjadi remaja di masa yang sarat benturan nilai seperti sekarang. German Cinema 2016 akan mengunjungi Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar dan Makassar menyuguhkan film-film yang patut untuk disaksikan di bioskop, cerita-cerita mengesankan - yang tak jarang merujuk pada kisah nyata di masa lampau – beragam emosi, inspirasi dan kenikmatan estetis sinematik. Program dan jadwal selengkapnya akan dapat Anda lihat mulai pertengahan September di situs kami ini dan di Sampai jumpa di German Cinema 2016, segera! JAKARTA Pembukaan 14 Oktober 2016 Penutupan 23 Oktober 2016 Epicentrum XXI Epicentrum Walk Ground Floor Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan 15 – 18 Oktober 2016 GoetheHaus Jalan Sam Ratulangi No. 9-15, Jakarta PusatYOGYAKARTA 14 – 16 Oktober 2016 Empire XXI Jalan Urip Sumoharjo, YogyakartaMAKASSAR 14 – 16 Oktober 2016 Panakukkang XXI Panakukkang Mall Lantai 3 Jalan Boulevard MakassarBANDUNG 15 - 17 Oktober 2016 Ciwalk XXI Ciwalk Lantai 2 Jalan Cihampelas 160, Bandung DENPASAR 20 – 22 Oktober 2016 Galeria XXI Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar, Bali SURABAYA 21 – 23 Oktober 2016 Sutos XXI Surabaya Town Square Lantai 2 Jalan Adityawarman, SurabayaKembali Festival Film Tahunan German Cinema Kembali Digelar 1-6 Oktober 2019 1 Oct 2019 Foto dok. Goethe-Institut Indonesien Festival film German Cinema yang digelar oleh Goethe-Institut Indonesien kembali berlangsung. Festival film yang memasuki edisi ketujuh ini membawa film-film terbaik dari Jerman ke bioskop-bioskop di enam kota besar di Indonesia. Petualangan, dokumentasi terkini, kisah keluarga, dan ketegangan murni hadir menghibur para penonton di Indonesia. Dalam rangka memperingati 30 tahun keruntuhan Tembok Berlin, German Cinema juga menampilkan tiga film yang menjelajahi kehidupan di Jerman Timur dan Barat pada masa itu. Masing-masing film itu menceritakan kisah-kisah yang sangat pribadi dari sudut pandang yang berbeda-beda Balloon karya Michael “Bully” Herbig merupakan film thriller bertempo tinggi yang penuh ketegangan, sementara adaptasi novel Adam & Evelyn sangat tenang dan atmosferis, dengan banyak adegan dan latar yang indah. "Sementara itu, biografi Gundermann menyajikan potret sosok yang menonjol, seorang penyanyi dan penulis lagu terkenal di Jerman Timur, yang mengendarai mesin keruk raksasa di tambang batu bara untuk mencari nafkah, dan sekaligus menjadi mata-mata untuk Stasi,” kata Anna Maria Strauß, Kepala Bagian Program Budaya di Goethe-Institut Indonesien. Sama seperti pada tahun-tahun lalu, German Cinema juga mengedepankan film-film dokumenter bertema aktual. Exit - Leaving Extremism Behind menceritakan kisah sutradara Karen Winther. Dengan diilhami oleh perjalanan hidupnya sendiri, film ini menelaah mengapa orang bergabung dengan kelompok ekstremis dan bagaimana mereka bisa keluar lagi. German Cinema juga membawa serta banyak film favorit penonton, termasuk film komedi perjalanan 25km/h, film kisah perjalanan menuju kedewasaan yang seru dan lucu, Mountain Miracle, untuk audiens yang lebih muda, serta kisah keluarga yang menyentuh All About Me, film yang paling banyak menjaring penonton di bioskop-bioskop Jerman selama tahun lalu. “Menggabungkan film favorit penonton dengan film dokumenter terkini serta film cerita yang menonjol dari segi artistik dengan kisah yang wajib diceritakan telah menjadi ciri khas semua edisi German Cinema,” jelas Anna Maria Strauß. German Cinema digelar mulai tanggal 1 hingga 6 Oktober 2019 di bioskop-bioskop di Jakarta, Denpasar, Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Surabaya. Jangan kelewatan. f BACA JUGA Bebas Mesin Waktu Pemersatu Sahabat Teguran KPI Pada The SpongeBob Squarepants Movie Undang Reaksi warganet Petualangan Luar Angkasa Brad PittTopicFestivalfilmjerman, FestivalFilm, filmjerman, filminternasional, film, jerman MORE ARTICLE GERMAN CINEMA FILM FESTIVAL 2016 – YOGYAKARTA Goethe-Institut Indonesia mengajak anda untuk lebih dekat dengan Jerman melalui rangkaian film Jerman yang disajikan dalam gelaran German Cinema Film Festival. Untuk kelima kalinya perhelatan German Cinema Film Festival akan menayangkan film-film Jerman berkualitas di beberapa kota di Indonesia. Di tahun 2016 ini German Cinema akan hadir di 6 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya dan Makassar. Di Yogyakarta, German Cinema Film Festival akan bertempat di Bioskop Empire XXI yang berada di Sumoharjo. Pada tanggal 14-16 Oktober 2016 masyarakat Yogyakarta akan disuguhkan 9 film Jerman yang mempunyai cerita bervariasi. Mulai dari kisah masa lalu, film drama, filosofis, hingga film yang menampilkan gaya hidup anak muda di Jerman. Penonton akan dibawa kedalam situasi-situasi yang mengejutkan, dramatis, lucu dan inspiratif melalui 9 rangkaian film unggulan tersebut. Acara German Cinema Film Festival di Yogyakarta dapat ditonton secara gratis hanya dengan datang di konter khusus GCFF dan menunjukkan bukti bahwa anda telah mengikuti Facebook Fan Page Goethe-Institut Program Jogja. Tiket counter khusus German Cinema Film Festival akan dibuka di venue 1 jam sebelum setiap film dimulai. Jadwal German Cinema Film Festival untuk Yogyakarta adalah sebagai berikut Jumat, 14 Oktober 2016  – Coconut Hero  – Grüße aus Fukushima  – Victoria Sabtu, 15 Oktober 2016  – 24 Wochen  – Hedi Schneider Steckt Fest  – Der Staat Gegen Fritz Bauer  – Herbert Minggu, 16 Oktober 2016  – Lenalove  – Agonie Full sinopsis silahkan kunjungi Catatan Khusus untuk film 24 Wochen dan Agonie hanya dapat disaksikan oleh jangkauan usia 21 tahun keatas. Kami sarankan untuk menonton sesuai dengan jangkauan usia. Terima Kasih atas pengertiannya, kami tunggu kehadiran anda pada German Cinema Film Festival di Empire XXI Yogyakarta. WIR FREUEN UNS AUF SIE ! Kontak German Cinema Film Festival Yogyakarta Fan Page Goethe-Institut Program Jogja The Diary Of Ann Frank This film festival marks its 15th year of celebrating German culture. Avid film festival enthusiasts should be lured by its diverse program of 36 films and gala events including the opening and closing nights. German language cinema has had an extremely successful year with a combined total of 250 German productions and co-productions. It’s also been an inspiring year for women in front and behind of the cameras, and surprisingly comedies have also fared well at the box office. “Germans are not well known for comedies as their sense of humour can be rough, offensive and difficult to translate,” explained festival director Sonja Griegoschewski. “Toni Erdmann is a funny film based on a funny book and was extremely successful at Cannes. This film is also a German Oscar hopeful”. Moviegoers who enjoy retro classics should be captivated by Ali Fear Eats The Soul, a romance drama produced in 1974 which surrounds the relationship between a young Moroccan migrant worker and a 60 year-old German widow. “This story of life as an immigrant is still relevant today and is very touching and personal.” Festival guests participating in Q&A’s are always major drawcards to film festivals and this year Jella Haase, one of Germany’s most promising young actors who stars in three films at the festival 4 Kings, Heidi, and Looping will be attending. German born Clemens Schick will also be in attendance, he starred in last years thriller Point Break and appears in 4 Kings and sci-fi film Hidden Reserves. “By watching some of our films Australian audiences should not only learn that Germans make good films, but they will also get an idea of what’s happening in Germany. International film festivals are all connected. They all showcase human stories with very universal themes, but ours are from a German perspective”. MMo HOT PICKS A HEAVY HEART – A heart wrenching drama about a dying man who tries to reconnect with his daughter. 24 WEEKS – Upon learning their unborn child has a 98% chance of having Down Syndrome, a couple must make an agonising decision. Hard-hitting and heartfelt. THE DIARY OF ANNE FRANK – The true story of a girl who documented her experiences whilst in hiding from the Nazis with her family. This is the first German version produced for the big screen. Nov 15–29. Palace Norton Street & Chauvel Cinema. $20-$80 5 film pass. Tickets & info

festival film jerman 2016